Apa yang membuat Anda tertarik saat pertama kali bertemu pasangan? Mungkin, penampilan fisik menggoda yang bisa bikin hati Anda 'kepincut' padanya.
Tapi, bagi wanita tidak hanya penampilan fisik yang mampu merebut hati mereka. Lima hal yang ada dari pria ini juga punya andil besar dalam memikat hati wanita.
1. Kecerdasan
Kepintaran pria, atau otak 'encer' yang dimiliki si dia menunjukkan kejantannya. Pengetahun serta Wawasan luas yang dimiliki pria bisa bikin wanita merasa kagum, dan bangga bisa menggandeng pria cerdas.
2. Selera humor
Pria dengan lelucon memiliki pesona tersendiri. Sebab, selera humor bisa menunjukkan pada wanita si dia bisa bersikap luwes dan tidak kaku.
3. Sebagai pelindung wanita
Memiliki sikap melindungi adalah salah satu sikap pria yang disukai wanita. Cara pria memperlakukan wanita, misalnya mengulurkan tangan untuk membantu wanita saat menuju tanjakan curam, atau sekadar merangkul, bisa membuat wanita tersenyum. Perhatian pria memang bisa membuat hati wanita berbunga-bunga.
4. Penampilan
Wanita menyukai pria yang pintar memadupadankan busana yang dikenakannya, dan mau merawat dirinya. Tapi, tidak berlebihan, lho. Jangan sampai, perawatan yang dijalani si dia lebih banyak dan lebih detil ketimbang Anda.
5. Aroma dan bentuk tubuh
Lekukan tubuh pria sangat berbeda dari wanita, tentu mampu membuat Anda deg-degan saat melihatnya. Postur tubuh ideal pria dengan perut rata, dan lengan kekar, tidak hanya terlihat seksi tapi juga dianggap bisa melindungi wanita. Selain bentuk tubuh, aroma tubuh pria juga bisa menggoda wanita.
sumber: http://id.news.yahoo.com/viva/20100403/tls-5-daya-tarik-pria-di-mata-wanita-34dae5e.html
Kamis, 08 April 2010
Daya Tarik Pria di Mata Wanita
Larangan Untuk Wanita
1. Menyambung rambut palsu
2. Bertatu, mencabut bulu wajah dan mengikir gigi
3. Keluar rumah dengan memakai minyak wangi
4. Memperlihatkan perhiasan(bersolek) di depan lelaki lain
5. Menolak panggilan suami untuk tidur bersama
6. Membuka rahsia hubungan suami isteri
7. Berpuasa sunat tanpa izin suami
8. Membelanjakan harta suami, tanpa izin suami
9. Derhaka kepada suami
10. Meminta cerai tanpa sebab yang jelas
11. Mengingkari kebaikan suami
12. Bersama lelaki lain yang bukan mahram
13. Memandang lelaki yang bukan mahramnya
14. Bersalaman dengan lelaki bukan mahram
15. Menyerupai lelaki
16. Membuka rahsia wanita lain kepada suami
17. Memandang aurat wanita lain
18. Keluar rumah tanpa ada keperluan
19. Masuk permandian awam
20. Mencakar-cakar tubuh ketika dapat musibah
21. Meratapi kematian
22. Berhias atas meninggalnya seorang
23. Menghantar jenazah
24. Mempercayai bomoh, dukun dan peramal
25. Menyumpah anak-anak sendiri
26. Tidak bertegur sapa dengan sesama muslim
27. Menganiaya pembantu
28. Mengganggu jiran
29. Minta cerai kerana suami sakit
30. Minta cerai kerana suami menikah lagi
Senin, 15 Maret 2010
Wanita Ideal Masa Kini
CITRA ideal wanita Indonesia masa kini memang belum ada pembakuan yang pasti. Dengan kata lain, citra ideal yang muncul masih sangat beragam, tumpang tindih, bahkan simpang siur. Tidak ada keseragaman dan kesepakatan konseptual ikhwal citra ideal wanita zaman modern ini.
Yang terjadi adalah bahwa para wanita menjalani peran sosialnya secara improvisatoris. Tak jarang, mengikuti pola-pola yang sedang dominan dan menjadi acuan banyak orang. Hal ini tentu saja sekadar reaksi dari tiadanya pembakuan citra ideal wanita masa kini. Semuanya serba reaktif, dan tanpa perencanaan yang jelas, untuk tidak menyebut ngawur.
Tradisional dan Modern
Di kota-kota besar misalnya, peran ideal wanita yang dibangun secara sosial adalah menjadi bagian dari peran-peran modernisasi dan ekonomisasi. Dengan kata lain, wanita akan disebut ideal jika dia berkarier akibat dibentuk oleh atmosfir kebudayaan kota yang dipengaruhi oleh nilai-nilai modernisme dan kapitalisme.
Hal itu jelas berbeda dengan konsepsi ideal di kawasan kota-kota kecil atau di pedesaan. Pandangan kuno yang menyebutkan peran wanita konco wingking (teman di belakang) masih dominan dan menjadi acuan tunggal bagi wanita yang lahir, tumbuh, dan besar di kawasan ini. Bagi mereka, menjadi wanita ideal adalah menjadi wanita yang tidak terlalu berpikir serius soal pekerjaan, karier, dan sejenisnya.
Wanita ideal dalam versi masyarakat tradisional adalah menjadi bagian sistem kebudayaan kolot yang menempatkan wanita sebagai komponen rumah tangga yang berperan sebagai "teman bagi pria". Sebagai teman, dirinya tidak boleh menonjol, apalagi menjadi pemeran utama, yaitu pria. Kalaupun para wanita harus mencari nafkah, itu semata karena kondisi yang memaksa. Itu hanya sekunder.
Idealnya, di mata para kaum tradisionalis, wanita itu sebaiknya tetap di rumah, mengurus suami dan anak. Wanita tidak boleh terlalu terpesona oleh tawaran modernisme dan kapitalisme yang dapat memberinya peran dalam mekanisme kebudayaan tersebut.
Dua Citra Ideal
Apabila dicermati, pada dasarnya kaum wanita masa kini menghadapi masa transisi yang lumayan panjang dalam kaitan pemenuhan citra idealnya sebagai wanita. Di satu sisi, ada tawaran untuk mengarungi arus modernisme dengan segala dinamikanya cenderung mempesona. Di sisi lain, peran tradisional yang dibakukan selama berabad-abad dan sudah melembaga dalam kebudayaan, menawarkan romantisme akan peran wanita yang luhur, yaitu menjadi ibu rumah tangga.
Dua citra ideal yang saat ini diperhadapkan kepada kaum wanita itu terus saja membayang-bayangi langkah mereka. Hal ini menjadi lebih terasa ketika seorang wanita berada di tengah-tengah struktur mobilitas sosial, misalnya sedang menempuh pendidikan tinggi.
Adalah jelas bahwa, perguruan tinggi sebagai bagian dari institusi modern merupakan tangga suatu mobilitas sosial. Para wanita yang masuk di dalamnya hampir dapat dipastikan memperoleh semacam tiket untuk mengakses struktur sosial yang lebih tinggi, entah itu pekerjaan, prospek ekonomi, presentasi, dan prestise (gengsi). Tidak semua wanita beruntung dapat masuk ke perguruan tinggi. Ini berarti, tak semua wanita bisa punya tiket untuk mengakses struktur kemoderenan. Dan justru di sinilah letak masalahnya. Di satu sisi mereka punya peluang untuk menjadi wanita hebat, wanita perkasa yang dapat mandiri secara sosial ekonomi. Tetapi di sisi lain, mereka juga merasa khawatir dengan peran-peran lama yang ditawarkan oleh romantisme kebudayaan tradisional. Akankah mereka bisa menjadi wanita ideal dengan mengacu kepada modernisme melulu ?
Ada gejala di Indonesia, terutama di kota-kota besar, kaum wanita mulai banyak yang mempertanyakan (menggugat) konsepsi citra ideal wanita masa kini. Benarkah menjadi wanita ideal itu mesti berkarier dan mencari nafkah? Itulah tema yang saat ini mulai menyentak kesadaran kaum wanita yang masuk dalam dunia modern dengan segala pesonanya yang begitu menjanjikan dan, kadang-kadang, memabukkan.
Kisah seorang wanita karier stres karena tidak menikah pada usia senja, rasanya sudah klasik. Kendati demikian, ini memang menjadi suatu masalah paling serius yang dihadapi para wanita modern yang sudah memastikan diri terjun menjadi wanita karier. Di hadapannya terbentang masalah besar: apakah dia harus memihak karier, dan mengesampingkan segala tuntutan tradisional bahwa seorang wanita mesti menikah dan melahirkan keturunan.
Pembalikan
Di negara-negara maju yang mempraktekkan kebudayaan modern, belakangan ini mulai terjadi pembalikan idealisasi peran wanita. Jika dalam beberapa dekade yang lalu seorang wanita yang berkarier dan sukses meniti pekerjaannya dianggap sebagai simbol wanita ideal, namun saat ini simbol itu mulai mencair. Para wanita berbondong-bondong mulai meminati peran-peran tradisional yang selama ini mereka singkirkan.
Indikasinya, banyak wanita yang ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik dalam pengertiannya yang paling tradisional: melayani suami dan anak. Mereka ingin memiliki rumah tangga yang harmonis. Mereka menginginkan peran sebagai istri dan ibu rumah tangga secara sepenuh hati dan bersedia meninggalkan sama sekali ambisi-ambisinya untuk berkarier dan semacamnya. Inilah yang kini marak di Eropa, Amerika, Jepang, dan negara lainnya.
Kecendrungan semacam itu tentu saja agak "aneh", apalagi bagi masyarakat yang belum masuk dalam proses modernisme secara total. Fenomena itu dibilang semacam kemunduran. Memang pandangan semacam itu sah-sah saja. Tetapi satu hal yang jelas, masyarakat Barat yang menjadi pusat gerakan emansipasi wanita, akhir-akhir ini mulai meninggalkan gagasan-gagasan ekstrim yang mencoba menempatkan wanita sebagai "sosok perkasa".
Faktanya, saat ini angan-angan (kalau tidak dapat dikatakan cita-cita) ibu rumah tangga merupakan fantasi obsesif yang menggejala di kalangan wanita Barat, terutama para gadis remaja. Mereka melihat kecendrungan prilaku wanita karier yang hanya mengejar prestasi sosial ekonomi sebagai suatu gejala yang menyimpang. Oleh karena itu, mereka ingin mengembalikan peran wanita tradisional, yakni sebagai istri dan ibu rumah tangga. Sebab dalam peran itulah mereka akan menemukan sensasi kehidupan sebagai seorang wanita.
Butuh Pembakuan
Kembali kepada masalah citra ideal wanita Indonesia masa kini, rasanya memang diperlukan semacam pembakuan konsepsi yang bisa dijadikan acuan umum bagi kalangan wanita. Sudah barang tentu, acuan yang dimaksud tidak untuk membatasi gerak kaum wanita dalam melakukan pemilihan peran dan sikap yang harus diambilnya.
Konsepsi ideal tentang citra diri itu kalau bisa hanya merupakan suatu benang merah yang bisa dijadikan acuan fleksibel bagi kalangan wanita agar tidak terlalu bimbang atau kebingungan dalam menghadapi derap kehidupan sosial budaya yang dari hari ke hari kian dinamis dan dengan ritme tinggi tersebut.
Pada titik itu, sebenarnya yang menjadi soal adalah bagaimana kaum wanita sendiri mampu melakukan pemilihan secara sadar dan tanpa keraguan dan mengerti atas konsekuensi keputusannya. Di sini, yang dipentingkan adalah upaya menghindarkan sikap latah atau gaya improvisasi dalam menyikapi kehidupan. Ini tidak mengada-ngada. Sebab, adakah di antara kita yang berani menjamin bahwa maraknya hasrat kaum Hawa untuk menjadi wanita karier bukan merupakan sikap latah tanpa dasar ?
Bagaimanapun, pembakuan citra ideal Indonesia zaman ini kian mendesak untuk dilakukan. Tujuannya hanya satu, yaitu tadi: menjadi semacam benang merah yang dapat dijadikan acuan para wanita untuk memutuskan pilihan yang terbaik bagi dirinya tanpa rasa ragu dan bimbang yang berlebihan. Semua keputusan diambil secara sadar sepenuhnya, bukan sekadar kelatahan yang tidak memiliki dasar. Betapapun, kelatahan tanpa dasar hanya akan menghasilkan kekecewaan pada waktu yang akan datang. Source: www.gky.or.id
Selasa, 02 Maret 2010
Selamat Ulang Tahun Ke 26 Tahun Mama Violino Ridho Pratama
Selamat Ulang Tahun Ke 26 Tahun Mama Violino Ridho Pratama
28 Februari 1984 – 28 Februari 2010
Ke 26 Tahun
Puisi Perenungan Seorang Suami (Papa Violino Ridho Pratama)
Selamat Ulang Tahun Istri Ku (Mama Violino Ridho Pratama)
Ingatlah… jatah mu hidup di dunia sudah berkurang satu tahun…
Coba flashback… berapa banyak dosa-dosa yang sudah perbuat?
Berapa banyak amal baik yang mama persiapkan buat di akhirat?
Berapa banyak waktu yang mama buang percuma?
Semoga di jatah hidup mama yang makin berkurang ini mu bisa menjadi lebih baik…Amin
Papa berharap dengan seiiring kehidupan berjalan. Mama semakin Aktif Kreatif Inovatif dan Sholehah. Menjadi orang tua (Mama, Bunda, Ibu) yang menyejukan, menyenangkan, menghangatkan kami (Papa dan Violino Ridho Pratama). Mohon maaf bila selama ini papa masih belum bisa menjadi orang tua yang diharapkan mama. Kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri ini, semoga bisa sama-sama mengisi, menuju keluarga sakinah mawadah warahmah (tentram, damai, sejahterah dan dirahmati Allah SWT).
Dan Papa berusaha menjadi kepala keluarga (Pemimpin) yang sesuai dengan syariat agama yang ditentukan Allah SWT (Al Quran dan Al Hadist). Selamat Ulang Tahun Buat Istri Ku Yeyen Febrina S.Sn Tercinta, Tersayang, Tercantik, Termanis…Ter…ter..ter deh mama Violino Ridho Pratama…!!!
Sumber:www.ronaldorozalino.com
Rahasia Langsing Dan Sehat Versi Wanita
Rahasia Langsing Dan Sehat Versi Wanita
diet Jepang: berhenti makan sebelum kenyang
prinsip diet ala jepang adalah konsep "hara hachi bunme" yaitu berhenti makan saat sudah 80% kenyang. Di Jepang tiap jenis makanan disajikan dalam piring dan mankuk yang kecil terpisah, bukan dalam satu piring besar. penyajian dalam porsi kecil ini akan mencegah kita makan berlebihan. penelitian di University of Illimois, Amerika, membuktikan bahwa orang akan makan 45% lebih banyak jika disajikan dalam wadah besar. Makanan juga disajikan dengan penampilan yang cantik dan menarik dengan setiap porsinya mengandung kombinasi makanan yang ideal. Misalnya, nasi dikombinasikan dengan ikan dan sayuran, yang diolah secara minimal menjadi beraneka sushi dengan tampilan menarik. Orang jepang makan dengan perlahan dan merasakan tiap gigitan serta kunyahan makanan. Selain itu, kuliner jepang lebih sering dimasak dengan pengolahan minimal (bahkan dimakan mentah), direbus, dikukus, atau dibakar. kesegaran bahan pangan, proses pengolahan atau pemasakan makanan yang minimal, akan memaksimalkan kandungan nutrisi dalam pangan nabati
Diet China: menyeimbangkan yin dan yang
Diet china menerapkan filosofi keseimbangan yin dan yang makanan untuk menjaga keseimbangan dan harmoni tubuh. Misalnya, buah dan sayuran termasuk makanan yin yang bersifat mendinginkan, sedangkan daging, cabai, dan kopi termasuk makanan yang dengan efek panas. Orang China makan dengan waktu yang lama, karena mereka percaya bahwa makan dengan perlahan akan memberi waktu untuk mencerna makanan dengan baik dan tidak disarankan minum saat menyantap makanan, karena cairan akan mendorong makanan lebih cepat tanpa sempat tercerna dengan baik. Wanita China makan hingga mereka merasa kenyang, kemudian lansung berhenti. mereka makan tiga kali sehari, dengan camilan dan buah-buahan segar. makanan berkuah seperti sup, hampir selalu disajikan setiap waktu makan. makanan berkuah akan membantu mengontrol nafsu makan dengan mengisi perut dengan cairan sehingga bisa mencegah makan secara berlebian. Wanita China gemar meminum teh hijau yang bermanfaat meningkatkan metabolisme lemak di dalam tubuh dan menekan rasa lapar.
Diet Perancis; kontrol porsi dan makan dengan relaks
Inti dari diet ini adalah bagaimana kita menikmati dan menghayati proses makan, dan tanpa ada gangguan, matian televisi, jangan membaca buku, dan fokus pada makanan. Meskipun tidak ada larangan untuk mengkonsumsi makanan tinggi lemak, seperti daging, dan keju, disarankan pula mengkonsumsi makanan sehat seperti buah, sayur dan minyak zaitun. wanita Perancis juga rajin mengkonsumsi yogurt sebanyak 1-2 porsi sehari, terutama pada pagi hari. Untuk camilan atau sarapan, wanita Perancis lebih suka makan sayuran dengan yogurt plus roti whole wheat.
sumber haxims

